Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim (HR Ibnu Majah:244)

Selasa, 03 Maret 2009

Hidayah Teruntuk Seorang Ahli Fisika


Sudah menjadi kebiasaan bagi jama’ah shalat di Islamic Centre di Kiev, dalam satu minggu pasti ada salah satu warga Ukraina yang mengumandangkan keislamannya, baik laki-laki maupun perempuan di hadapan mereka. Akan tetapi kali ini terasa lain….!
Seorang pemuda bernama Dmitri Bolyakov, seorang fisikawan yang sangat menggandrungi kajian riset-riset ilmiah, ia datang dan masuk ke Masjid, lalu duduk di samping imam, ditemani salah seorang pemuda yang bekerja di kantor informasi tentang Islam di Islamic Centre tersebut. Usai Shalat, sang imam berbicara sebagi pengantar untuk menarik perhatian para jama’ah. Selang beberapa saat, Dmitri mengumandangkan syahadat “ aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Lantas apakah yang membuat tidak biasa ?!
Ketika Dmitri mulai menerangkan tentang perjalanannya hingga masuk Islam, ia mengatakan bahwa pintu masuk keislamannya adalah Fisika, maka para jama’ah segera memperhatikan dengan seksama. Mereka penasaran, bagaimana bisa fisika mendorong pemuda ini masuk Islam ??
Dmitri mengatakan bahwa ia tergabung dalam sebuah tim penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika. Mereka sedang dalam sebuah penelitian terhadap sebuah sample yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori modern yang menjelaskan tentang perputaran bumi pada porosnya. Mereka berhasil menetapkan teori tersebut, sementara Dmitri mengetahui bahwasanya diriwayatkan sebuah hadis dari Nabi Sallahualaihiwassalam yang di ketahui oleh semua umat Islam, bahkan termasuk inti akidah mereka yang menguatkan “ keharusan “ teori tersebut dan sesuai dengan hasil yang dicapainya. Pengetahuan ini yang umurnya 1.400an tahun yang lalu, sumber yang mungkin satu-satunya hanyalah pencipta semesta alam ini.
Teori yang dikemukakan oleh Prof. Kosinikov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sample berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan, ditempatkan pada area magnit yang terbentuk dari dua elektroda yang saling berlawanan arus. Ketika arus listrik bergerak pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet, dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya. Fenomena ini dinamakan “ gerak integral elektromagno-dinamik “. Gerak ini pada substansinya menggambarkan aktivitas perputaran bumi pada porosnya.
Pada tingkat realita di alam kita ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang mendorong bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan intensitas daya matahari. Atas dasar ini pula, posisi dan arah kutub utara bergantung.
Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga 1970 telah bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam satu tahun. Akan tetapi pada tahun-tahun akhir ini, kecepatan tersebut bertambah hingga mencapai kecepatan 40 km per tahun. Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bahwa bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub bumi akan bergantian tempat, artinya bahwa gerak perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan, dan ketika itu matahari akan keluar dari arah barat!!!
Ilmu pengetahuan dan informasi ini tidak dibaca oleh Dmitri pada kitab manapun, atau tidak pernah ia dengar dari siapa pun, akan tetapi ia berhasil mencapai kesimpulan tersebut dengan upayanya melalui riset dan percobaan. Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satu pun petunjuk selain dari Islam. Ia menemukan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh muslim dari Abu Hurairah Radiyallahuanhu, ia berkata, Rasulullah Sallahualaihiwassalam bersabda, “ Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari arah barat, maka Allah akan menerima taubatnya.”
Ketika itulah tidak ada jarak lagi yang menghalangi antara Dmitri dengan Islam, hingga akhirnya ia mengucapakan dua kalimat syahadat.
Allah telah memudahkan jalan dan tanda yang menunjukinya kepada apa yang ia dapatkan sekarang. (diambil dari kitab Islam wa Qishshah, karya Muhammad Bayumi).

Subhanallah……sungguh di alam raya ini tersaji ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau berpikir, dan Dmitri adalah bagian dari orang-orang tersebut. Allah akan memberi petunjuk kepada siapapun yang ia kehendaki, bagi mereka yang mau berpikir dan tidak menolak kebenaran.