Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim (HR Ibnu Majah:244)

Jumat, 27 Maret 2015

Tak Berhenti Saat Waktu Shalat, Bus Haryanto Tak Berikan Gaji Supirnya

Perhatian Manajemen Perusahaan Otobus (P.O.) Haryanto Terhadap Kewajiban Shalat
Perhatian Manajemen Perusahaan Otobus (P.O.) Haryanto Terhadap Kewajiban Shalat
JAKARTA, muslimdaily.net – Selain kereta api, bus merupakan salah satu kendaraan transportasi favorit di Indonesia, khususnya pulau Jawa. Ada puluhan perusahaan otobus yang beroperasi di pulau Jawa. Masing-masing memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri. Ada yang dikenal karena kecepatannya, ada yang dikenal karena reputasi kecelakaannya, ada yang dikenal karena ugal-ugalannya di jalanan, dan ada yang dikenal karena kenyamanannya.
Namun keunikan pada perusahaan otobus (P.O.) Haryanto sedikit berbeda. Perusahaan otobus ini dikenal unik karena mewajibkan sopirnya untuk memberi kesempatan para penumpangnya menunaikan ibadah shalat. Haji Haryanto, pemilik P.O. Haryanto mempunyai peraturan/kebijakan yaitu mewajibkan para pengemudinya untuk memberikan kesempatan pada penumpang untuk melaksanakan shalat 5 waktu terutama shalat shubuh.
“Semua crew bus PO. Haryanto wajib memberi kesempatan penumpang dan melaksanakan shalat 5 waktu, terutama shalat subuh. Bagi yang melanggar, 1 crew tidak mendapatkan gaji untuk 1 PP,” tulis pengumuman yang disampaikan H. Haryanto di garasi. 
Menghajikan Sopir 
Tak cukup hanya mewajibkan seluruh crew-nya shalat, H. Haryanto juga secara rutin memberangkatkan sopir-sopirnya menunaikan haji ke Tanah Suci. 
Tradisi memberangkatkan karyawannya itu terus ia pelihara hingga sekarang. Bagi karyawan yang taat dan tekun beribadah, Haryanto tak segan-segan membagi tiket untuk beribadah haji. 
H. Haryanto adalah salah satu contoh pengusaha sukses di bidang transportasi dengan mengembangkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islam. 
Sumber Foto: kobayogas.com
Sumber Foto: kobayogas.com

Disalin dari muslimdaily.net