Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim (HR Ibnu Majah:244)

Sabtu, 06 Desember 2014

Kembangkan Aplikasi Arsitektur, Barat Akui Muslimah Bercadar Kian Berprestasi

AntiLiberalNews - Fatima Jasem Al Zaabi, 31 tahun, menunjukan bukti bahwa muslimah bercadar kian berprestasi. Fatima menciptakan desain arsitektur rumah hasil temuannya sendiri.
Muslimah asal Uni Emirat Arab itu telah menerima undangan untuk makan malam di Gedung Putih dari Presiden AS Barack Obama. Undangan itu sebagai pengakuan untuk  inovasi aplikasi Microsoft PowerPoint yang dikembangkan olehnya.
Fatima yang tinggal bersama keluarganya di Abu Dhabi, selalu memiliki minat yang serius dengan teknologi  meskipun pendidikan terakhirnya adalah ijazah SMA. Dia  belajar secara otodidak tentang program komputer dan teknologi.
Ia sempat ikut kuliah komputer di Al Khawarizmi International College di Al Ain setahun. Awal ketertarikan Fatima dalam bidang software arsitektur ketika dirinya menggunakan progran Auto Cad untuk menggambar  2 atau 3 dimensi.
“Setelah satu tahun, saya memutuskan untuk keluar kuliah dan mengambil tantangan untuk menemukan alternatif yang lebih mudah sehingga setiap orang bisa memiliki alat untuk menggambar rumah ideal mereka, tanpa harus mengikuti kursus profesional. Butuh waktu enam tahun untuk memasang opsi baru pada tool bar, dan untuk menemukan dengan cara-cara bagaimana mengubah elemen reguler Power Point sehingga pengguna dapat menarik bayangan dan dimensi, dan memberikan efek 3D,” jelas Fatima kepada wartawan Gulfnews (19/01).
Muslimah dari UEA ini berkeinginan agar dunia Internasional bisa melihat muslimah bercadar dengan citra yang positif.
“Ketika saya pergi ke Amerika Serikat, saya ingin menampilkan citra baik perempuan di dunia Arab. Ada pandangan miring tentang apa yang dapat dilakukan perempuan bercadar, dan di Barat, mereka berpikir bahwa kemampuan kita terbatas. Saya membuat keputusan pribadi sekitar lima tahun yang lalu untuk menutupi wajah saya, dan saya ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa hal itu tidak membatasi saya untuk berkarya.”

Red: Randy
disalin dari http://antiliberalnews.com/2014/01/23/kembangkan-aplikasi-arsitektur-barat-akui-muslimah-bercadar-kian-berprestasi/

Jumat, 05 Desember 2014

Gadis Bercadar Meraih Penghargaan Khusus ISC Arab 2014

Hidayatullah.com–Nadi Shari’aty Hayaty (Forum Syari’ahku Kehidupanku), unit kegiatan mahasiswi Fakultas Syari’ah Umm Al Qura University (UQU) hari Rabu, 4 Safar 1436 H bertepatan dengan tanggal 26 November 2014 menggelar sebuah rangkaian kegiatan “Jalan Menuju Sukses”.
Kegiatan berupa talk show yang akan berlangsung selama dua hari ini merupakan kegiatan yang cukup menyedot perhatian masyarakat kampus putri Umm Al Qura University.
Adalah Lina el Qahthany, seorang mahasiswi persiapan Fakultas Kedokteran (UQU) yang beberapa pekan terakhir ini menjadi bahan perbincangan di tengah-tengah masyarakat Saudi Arabia.
Namanya sempat menjadi tranding topic di Twitterland dengan tagar لينا_القحطاني# . Hal ini terjadi karena prestasi Lina el Qahthany meraih prestasi dengan penghargaan khusus dalam ajang Intel Science Competition for the Arab World (ISC Arab 2014) yang diselenggarakan di Ibukota Qatar, Doha. Kompetisi ini berlangsung dari tanggal 9-11 November 2014.
Decak kagum terhadap Lina el Qahthany ini mengalir dari semua kalangan bukan hanya karena penemuannya “Basmah el Kimiyaiyah” (Sidik Kimiawi) yang dapat mengalahkan 100 peserta ISC Arab 2014 yang berasal dari delapan Negara bagian Jazirah Arabiyah. Namun karena keteguhannya dalam menjadikan hijab sempurnanya menghiasi dirinya.
“Bukan kebanggaan bahwa putri Makkah yang baru berusia 17 tahun meraih penghargaan bergengsi dari ajang ISC Arab 2014. Juga bukan kebanggaan bahwa ia dapat mengharumkan nama Saudi di dunia internasional. Namun yang membuat kami bangga adalah karena Lina el Qahthany dengan percaya diri telah bangga terhadap bendera tauhid yang selama ini banyak diidentikkan dengan bendera yang mengundang pembunuhan dan peperangan. Ia bangga dengan hijabnya sebelum ia bangga dengan prestasi ilmiah yang diraihnya,” tulis Ahmad el Rukban di Sabq Online Newspaper.
Talk show berlangsung di Auditorium Syeikh Ibrahim el Juvaly di gedung ba’ lantai tiga. Acara ini dikomandoi oleh Dr. ‘Awatef Husein di damping oleh Dekan Fakultas Syari’ah, Dr. Afnan el Tilmisany.
Peserta yang hadir cukup banyak, Auditorium dengan kapasitas 100 orang itu membludak hingga menjadi 400 mahasiswi yang hadir. Mereka yang tidak mendapatkan tempat duduk bela-belain duduk di tanah.
“Allah akan mengangkat siapapun yang berpegang teguh dengan hijabnya, karena hijab adalah kewajiban bagi kita sebagai muslimah. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh yang mengapresiasi dan menunjukkan rasa bangganya, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat kita masih mendenyutkan kebaikan dengan kemuliaan ideologinya. Sebagaimana saya bersyukur dengan taufiq dari Allah, saya berpegang teguh dengan perintahNya, ini adalah wajib bagi saya melaksanakannya. Hal ini memiliki pengaruh yang tidak kecil bagi kepercayaan diri saya; karena hal ini merupakan perintah dari Allah. Jenak keluar saya setelah diumumkan kemenangan saya, saya melangkah dengan penuh percaya diri dan bangga. Saya bukanlah satu-satunya yang dapat melakukan peran ini. Hijab sama sekali bukan penghambat, bahkan ia pendorong bagi perempuan untuk berprestasi dengan bebas. Inilah kebebasan perempuan yang sesungguhnya itu!,” gugah Lina el Qahthany disambut gemuruh takbir hadirin.
“Ketaatan kepada Allah telah menjadikan prestasi Lina el Qahthany berkah,” ujar Dr. Afnan el Tilmisany sebelum ia membeberkan beberapa penghargaan dan apresiasi dari masyarakat Saudi Arabia. Tersebut melalui akun twitternya atlet dan pengusaha Yazid el Rajhi mengicaukan bahwa 100 ribu riyal akan diberikan kepada Lina el Qahthany untuk membiayai penelitian dan penemuan selanjutnya.
Pada tanggal 25 Muharram 1436 H, dua apresiasi sekaligus datang dari Channel Televisi el Majd dan pimpinan UQU Dr. Bakri bin Ma’tuq ‘Assas, masing-masing memberikan Lina berupa 50 ribu riyal untuk membiayai penelitiannya.
Atas prestasi ini, Lina mendapat bantuan dari para muhsinin dengan nilai total  200 riyal atau setara dengan Rp. 600 juta.
Sekedar catatan, Lina adalah seorang hafidzah (penghafal Al-Quran) yang telah menyelesaikan hafalannya di usia 12 tahun.
“Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka!” kata akhir Lina el Qahthany saat penutupan talk show hari ini.*/TaQ Shams, koresponden hidayatullah.com Makkah

Rep: Administrator
Editor: Cholis Akbar

Jumat, 28 November 2014

Jumlah Isteri Penduduk Surga Berapa ya?

Pertanyaan:
Saya pernah mendengar, jumlah istri seorang laki-laki di surga lebih dari satu. Apa benar demikian?
Thkn’s

Jawaban:
Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du
Pertama, penjelasan semacam ini selayaknya membuat untuk semakin serius dalam menggapai surga. Berusaha menjaga iman, jangan sampai tercampur dengan kekufuran dan keyakinan yang menyimpang. Dengan demikian, pembahasan tentang surga bukan semata menjadi dongeng yang nyaman didengar, namun hampa amalan.
Kedua, terdapat banyak hadis yang menjelaskan jumlah istri penghuni surga. Dari sekian banyak hadis itu, ada yang shahih dan ada yang lemah. Pada kesempatan ini, akan kita kupas beberapa hadis shahih mengupas hal itu:
1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَلِجُ الجَنَّةَ صُورَتُهُمْ عَلَى صُورَةِ القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ، لاَ يَبْصُقُونَ فِيهَا، وَلاَ يَمْتَخِطُونَ، وَلاَ يَتَغَوَّطُونَ، آنِيَتُهُمْ فِيهَا الذَّهَبُ، أَمْشَاطُهُمْ مِنَ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ، وَمَجَامِرُهُمُ الأَلُوَّةُ، وَرَشْحُهُمُ المِسْكُ، وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ، يُرَى مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنَ الحُسْنِ
Kelompok pertama yang masuk surga, wajah mereka secerah bulan di malam purnama. Mereka tidak meludah, tidak berdahak, dan tidak buang air besar. Bejana mereka dari emas, sisir mereka dari emas dan perak. Dupa wewangian mereka berupa aluwah, keringat mereka bau wangi, masing-masing  memiliki dua istri, dimana susum tulanng betisnya kelihatan di balik daging, karena cantiknya…” (HR. Bukhari 3245, Muslim 2834 dan yang lainnya)
2. Dari Ibnu Sirrin rahimahullah, bahwa beliau pernah bertanya kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ‘Di surga itu, lelaki ataukah wanita yang lebih banyak?’
Abu Hurairah menjawab: ‘Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، وَالَّتِي تَلِيهَا عَلَى أَضْوَإِ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ، لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ اثْنَتَانِ، يُرَى مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ، وَمَا فِي الْجَنَّةِ أَعْزَبُ
Sesungguhnya gelombang pertama yang masuk surga wajahnya secerah bulan ketika purnama. Gelombang kedua secerah cahaya bintang yang berkilau di langit. Setiap orang memiliki dua istri. Sumsum tulang betisnya kelihatan dari balik daging. Di surga tidak ada orang yang melajang.” (HR. Ahmad 7152 dan Muslim 2834).
3. Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً، رَجُلٌ صَرَفَ اللهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ قِبَلَ الْجَنَّةِ… قَالَ اللهُ: هُوَ لَكَ وَعَشَرَةُ أَمْثَالِهِ “، قَالَ: ” ثُمَّ يَدْخُلُ بَيْتَهُ، فَتَدْخُلُ عَلَيْهِ زَوْجَتَاهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، فَتَقُولَانِ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَاكَ لَنَا، وَأَحْيَانَا لَكَ “، قَالَ: ” فَيَقُولُ: مَا أُعْطِيَ أَحَدٌ مِثْلَ مَا أُعْطِيتُ “
Sesungguhnya penduduk surga yang paling rendah kedudukannya adalah orang yang telah diselamatkan untuk menuju surga…..Allah berfirman kepadanya: “Surga itu bagimu ditambah 10 kali lipatnya. Kemudian dia masuk ke rumahnya. Tiba-tiba datang dua bidadari surga. Keduanya bersyukur dan mengucapkan,
‘Segala puji bagi Allah, yang telah menghidupkanmu untuk menjadi pasanganku dan yang telah menghidupkanku untuk menjadi pasanganmu.” Si penghuni surga inipun berkomentar, “Tidak ada seorang pun yang mendapatkan nikmat, melebihi nikmat yang telah diberikan kepadaku.” (HR. Muslim 188).
Dua istri di atas, Allah berikan kepada setiap mukmin. Kecuali orang yang mati syahid. Mereka diberi oleh Allah 70 istri.
Dari Miqdad bin Ma’dikarib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, menyebutkan keutamaan orang yang mati syahid,
لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ، وَيَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الجَنَّةِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَيَأْمَنُ مِنَ الفَزَعِ الأَكْبَرِ، وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الوَقَارِ، اليَاقُوتَةُ مِنْهَا خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا، وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنَ الحُورِ العِينِ، وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ مِنْ أَقَارِبِهِ
Orang yang mati syahid, memiliki 6 keistimewaan di sisi Allah: [1] Diampuni dosanya sejak tetes darah pertama, [2] Bisa melihat tempatnya di surga dan dilindungi dari adzab kubur. [3] Diberi rasa aman dari peristiwa kehancuran, [4] kepalanya diberi mahkota kewibawaan, satu berlian yang menempel di mahkota itu lebih baik dari pada dunia seisinya, [5] Dinikahkan dengan 72 istri dari bidadari, [6] Diberi hak memberi syafaat 70 orang dari kerabatnya.” (HR. Turmudzi 1663 dan dishahihkan al-Albani).
Kemudian, terdapat beberapa riwayat yang diperselisihkan keshahihannya, bahwa penduduk surga yang paling rendah kedudukannya, dinikahkan dengan 72 istri. Dua istri dari penduduk dunia dan 70 istri dari bidadari. Beberapa ulama pensyarah kitab hadis, semacam al-Iraqi, Mula Ali al-Qori, serta al-Mubarokfuri, mereka menguatkan riwayat-riwayat tersebut, dan mereka menetapkan bahwa istri penduduk surga minimal 72 wanita. Dua dari penduduk dunia dan 70 dari bidadari.
Al-Iraqi mengatakan,
قد تبين ببقية الروايات أن الزوجين أقل ما يكون لساكن الجنة من نساء الدنيا، وأن أقل ما يكون له من الحور العين سبعون. انتهى
“Telah jelas berdasarkan beberapa riwayat, bahwa ada minimal dua istri untuk penghhuni surga dari kalangan penduduk dunia. Dan ada minimal 70 bidadari yang juga menjadi istrinya.” (Tharhu at-Tatsrib)
Al-Mubarokfuri mengatakan,
قال القارئ: والأظهر أنه تكون لكل زوجتان من نساء الدنيا، وأن أدنى أهل الجنة من له اثنتان وسبعون زوجة في الجملة يعني ثنتين من نساء الدنيا وسبعين من الحور العين. انتهى.
“Mula Ali Qori mengatakan: Yang benar, masing-masing penghuni surga memiliki dua istri dari wanita dunia. Dan penduduk surga pada tingkatan paling rendah, memiliki 72 istri, dengan rincian: dua istri dari wanita dunia dan 70 istri dari Bidadari.” (Tuhfatul Ahwadzi)
Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)