Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim (HR Ibnu Majah:244)

Jumat, 05 Desember 2014

Gadis Bercadar Meraih Penghargaan Khusus ISC Arab 2014

Hidayatullah.com–Nadi Shari’aty Hayaty (Forum Syari’ahku Kehidupanku), unit kegiatan mahasiswi Fakultas Syari’ah Umm Al Qura University (UQU) hari Rabu, 4 Safar 1436 H bertepatan dengan tanggal 26 November 2014 menggelar sebuah rangkaian kegiatan “Jalan Menuju Sukses”.
Kegiatan berupa talk show yang akan berlangsung selama dua hari ini merupakan kegiatan yang cukup menyedot perhatian masyarakat kampus putri Umm Al Qura University.
Adalah Lina el Qahthany, seorang mahasiswi persiapan Fakultas Kedokteran (UQU) yang beberapa pekan terakhir ini menjadi bahan perbincangan di tengah-tengah masyarakat Saudi Arabia.
Namanya sempat menjadi tranding topic di Twitterland dengan tagar لينا_القحطاني# . Hal ini terjadi karena prestasi Lina el Qahthany meraih prestasi dengan penghargaan khusus dalam ajang Intel Science Competition for the Arab World (ISC Arab 2014) yang diselenggarakan di Ibukota Qatar, Doha. Kompetisi ini berlangsung dari tanggal 9-11 November 2014.
Decak kagum terhadap Lina el Qahthany ini mengalir dari semua kalangan bukan hanya karena penemuannya “Basmah el Kimiyaiyah” (Sidik Kimiawi) yang dapat mengalahkan 100 peserta ISC Arab 2014 yang berasal dari delapan Negara bagian Jazirah Arabiyah. Namun karena keteguhannya dalam menjadikan hijab sempurnanya menghiasi dirinya.
“Bukan kebanggaan bahwa putri Makkah yang baru berusia 17 tahun meraih penghargaan bergengsi dari ajang ISC Arab 2014. Juga bukan kebanggaan bahwa ia dapat mengharumkan nama Saudi di dunia internasional. Namun yang membuat kami bangga adalah karena Lina el Qahthany dengan percaya diri telah bangga terhadap bendera tauhid yang selama ini banyak diidentikkan dengan bendera yang mengundang pembunuhan dan peperangan. Ia bangga dengan hijabnya sebelum ia bangga dengan prestasi ilmiah yang diraihnya,” tulis Ahmad el Rukban di Sabq Online Newspaper.
Talk show berlangsung di Auditorium Syeikh Ibrahim el Juvaly di gedung ba’ lantai tiga. Acara ini dikomandoi oleh Dr. ‘Awatef Husein di damping oleh Dekan Fakultas Syari’ah, Dr. Afnan el Tilmisany.
Peserta yang hadir cukup banyak, Auditorium dengan kapasitas 100 orang itu membludak hingga menjadi 400 mahasiswi yang hadir. Mereka yang tidak mendapatkan tempat duduk bela-belain duduk di tanah.
“Allah akan mengangkat siapapun yang berpegang teguh dengan hijabnya, karena hijab adalah kewajiban bagi kita sebagai muslimah. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh yang mengapresiasi dan menunjukkan rasa bangganya, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat kita masih mendenyutkan kebaikan dengan kemuliaan ideologinya. Sebagaimana saya bersyukur dengan taufiq dari Allah, saya berpegang teguh dengan perintahNya, ini adalah wajib bagi saya melaksanakannya. Hal ini memiliki pengaruh yang tidak kecil bagi kepercayaan diri saya; karena hal ini merupakan perintah dari Allah. Jenak keluar saya setelah diumumkan kemenangan saya, saya melangkah dengan penuh percaya diri dan bangga. Saya bukanlah satu-satunya yang dapat melakukan peran ini. Hijab sama sekali bukan penghambat, bahkan ia pendorong bagi perempuan untuk berprestasi dengan bebas. Inilah kebebasan perempuan yang sesungguhnya itu!,” gugah Lina el Qahthany disambut gemuruh takbir hadirin.
“Ketaatan kepada Allah telah menjadikan prestasi Lina el Qahthany berkah,” ujar Dr. Afnan el Tilmisany sebelum ia membeberkan beberapa penghargaan dan apresiasi dari masyarakat Saudi Arabia. Tersebut melalui akun twitternya atlet dan pengusaha Yazid el Rajhi mengicaukan bahwa 100 ribu riyal akan diberikan kepada Lina el Qahthany untuk membiayai penelitian dan penemuan selanjutnya.
Pada tanggal 25 Muharram 1436 H, dua apresiasi sekaligus datang dari Channel Televisi el Majd dan pimpinan UQU Dr. Bakri bin Ma’tuq ‘Assas, masing-masing memberikan Lina berupa 50 ribu riyal untuk membiayai penelitiannya.
Atas prestasi ini, Lina mendapat bantuan dari para muhsinin dengan nilai total  200 riyal atau setara dengan Rp. 600 juta.
Sekedar catatan, Lina adalah seorang hafidzah (penghafal Al-Quran) yang telah menyelesaikan hafalannya di usia 12 tahun.
“Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka!” kata akhir Lina el Qahthany saat penutupan talk show hari ini.*/TaQ Shams, koresponden hidayatullah.com Makkah

Rep: Administrator
Editor: Cholis Akbar