Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim (HR Ibnu Majah:244)

Kamis, 02 Mei 2013

Telah Banyak Muncul Pembenaman Kedalam Bumi. Inikah Tanda-Tanda Akhir Zaman?









Video-video tersebut sebagai bukti akan kebenaran sabda Rasulullah shalalallahu alaihiwassalam, berikut:
"Umat ini akan ditimpa bencana, negeri mereka akan ditenggelamkan dan rupa mereka akan diubah." Lalu ada yang bertanya,"Kapan hal itu akan terjadi wahai Rasulullah?" Beliau menjawab,"Apabila muncul para penyanyi dan tersebar luasnya alat-alat musik."

Baca pula berita berikut ini.


Kamar Ditelan Bumi, Pemilik Diduga Tewas
http://www.rimanews.com/read/20130325/96463/kamar-ditelan-bumi-pemilik-diduga-tewas

RIMANEWS-Sebuah kejadian tak lazim menimpa seorang pria di Florida, Amerika Serikat (AS). Ia dinyatakan hilang dan diperkirakan tewas pada Jumat lalu (1/3) setelah sebuah lubang besar tiba-tiba muncul dan lantas "menelan" kamar tidur di rumahnya di Seffner, Hillborough County, sekitar 25 kilometer timur Kota Tampa, Florida, Kamis malam (28/2) waktu setempat.
Hingga kemarin (2/3) Jeff Bush, 36, belum ditemukan dan keberadaannya tak diketahui. Tapi, nyawanya diperkirakan tidak tertolong. Para ahli terus meneliti kejadian itu dan meyakini bahwa rumah Jeff tidak bisa menahan kondisi tanah yang tidak stabil.
Para ahli masih melakukan sejumlah tes atas rumah Jeff. Selain mengambil sampel tanah, mereka meneliti seluruh lokasi rumah. "Saya belum tahu mengapa seluruh rumah itu belum runtuh tertelan," ujar Bill Bracken, pemilik dan pimpinan perusahaan yang dipanggil untuk meneliti lubang pada rumah Jeff.
"Ini bukan lubang ambles yang biasa," komentar Mike Merrill, administrator Hillsborough County. "Lubang ini lebih mirip dengan sebuah jurang. Karena itu, kami sangat berhati-hati dalam menanganinya," lanjutnya.
Malam itu, Jeff sedang terlelap di kamarnya. Lima orang anggota keluarganya juga bersiap memasuki kamar untuk bersitirahat saat tiba-tiba mendengar suara runtuhnya kamar yang amat keras. Mereka juga mendengar jeritan Jeff. Sang adik, Jeremy Bush, 35, pun langsung melompat ke dalam lubang bekas reruntuhan dan berupaya mencari saudaranya.
"Saya dengar suara seperti mesin mobil yang bergerak ke arah rumah kami. Tiba-tiba saya mendengar kakak saya berteriak," kisah Jeremy Bush sambil berlinang air mata saat mengingat kejadian ketika dia menolong sang kakak sebelum hilang di dalam lubang.
"Yang saya lihat hanya lubang besar, lubang yang sangat besar. Saya hanya menemukan karpet kamar kakak saya," tuturnya.
Melompat ke dalam lubang dan mulai menggali, dia akhirnya putus asa untuk menemukan Jeff. "Saya tak bisa menemukan dia. Saya bisa dengar dia berteriak minta tolong. Tapi, saya menyadari di dalam hati, dia mungkin sudah meninggal," lanjutnya.
Saat itu, mereka berenam di dalam rumah. Hanya Jeff yang terkubur, sedangkan lima orang lainnya selamat.
Petugas yang datang ke lokasi menemukan sebuah lubang berdiameter sekitar 30 meter. Kepala Pemadam Kebakaran Hillsborough County Brian Rogers mengatakan bahwa tim penyelamat berhasil menarik Jeremy keluar dari lubang. Petugas lantas menurunkan alat pelacak supersensitif dan kamera ke dalam lubang untuk mencari tanda keberadaan Jeff.
"Alat itu sangat sensitive, tetapi kami tidak menemukan tanda kehidupan," jelasnya. Petugas memprediksi bahwa kecil kemungkinan Jeff Bush selamat dalam insiden itu.
Douglass Duvall dari Hillsborough County Sheriff"s Office menuturkan bahwa ketika memasuki kamar Jeff, dia hanya melihat sebuah lubang besar. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Jeff. "Lubang itu menelan seluruh kamar. Ranjang, lemari, dan segala benda di kamar tertelan bumi," ungkapnya.
Menyusul insiden tersebut, petugas segera mengevakuasi warga yang tinggal di beberapa rumah sekitarnya. Sebab, mereka khawatir lubang itu membesar dan kembali makan korban.[ach/ant]

***************

DIRIWAYATKAN dari Sahl bin Sa’d Radiyallahu ‘Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Di akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (kedalam bumi), dilempari batu dan dirubah rupanya”. Beliau ditanya : “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab : “Ketika alat-alat musik dan para penyanyi telah merajalela,” (HR. Ibnu Majah dalam Sunannya).Tanda-tanda Kiamat ini telah banyak bermunculan pada zaman-zaman sebelumnya dan sekarang lebih banyak lagi. Alat-alat musik telah muncul di zaman ini dan menyebar dengan penyebaran yang sangat luas serta banyak para biduan dan biduanita. Merekalah yang diisyaratkan dalam hadits ini dengan ungkapan “القينات (para penyanyi)”.
Lebih dahsyat lagi adalah penghalalan alat-alat musik yang dilakukan oleh sebagian manusia. Telah datang ancaman bagi orang yang melakukan hal itu dengan dirubah rupanya, dilempari batu dan ditenggelamkan ke dalam bumi, sebagaimana dijelaskan dalam hadits terdahulu. Telah tetap dalam Shahih al-Bukhari Rahimahullah, beliau berkata : “Hisyam bin ‘Ammar berkata : Shadaqah bin Walid meriwayatkan kepada kami (kemudian beliau membawakan sanad yang sampai kepada Abu Malik al-Asy’ari) bahwasanya beliau mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
“Akan datang pada umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutra, khomr (minuman keras) dan alat musik. Dan sungguh akan menetap beberapa kaum di sisi gunung, dimana (para penggembala) akan datang kepada mereka dengan membawa gembalaannya, datang kepada mereka (yakni si fakir) untuk sebuah keperluan, lalu mereka berkata : “Kembalilah kepada kami esok hari!”. Kemudian Allah menghancurkan mereka pada malam hari, menghancurkan gunung dan merubah sebagian mereka menjadi kera dan babi sampai hari Kiamat,” (HR. Bukhari).
Lihatlah dizaman kita sekarang ini, alat-alat musik telah menyebar sampai ke rumah-rumah kaum muslimin. Inilah kebenaran yang kita saksikan dari perkataan Rasulullah dan berarti benar pula bahwa kita memang sudah dekat dengan hari Kiamat.
Wallahu A’lam. [Diambil dari kitab Asyraatus Saa’ah karya Syaikh Yusuf al-Wabil (edisi terjemahan), Pustaka Ibnu Katsir alsofwah]

Igatlah Firman Allah Azza Wa jalla, dan sabda Rasulullah shalallahualaihiwassalam berikut.

''Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). (QS 28:81).

''Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.'' (QS Al-Ankabut [29]: 40).

Rasulullah SAW bersabda : ''Tatkala seseorang mengulurkan kainnya ke bawah (karena sombong), tiba-tiba ia terbenam ke dalam tanah dan terperosok ke dalam perut bumi hingga hari kiamat.'' (HR Bukhari).

BANYAKNYA ORANG-ORANG YANG DITENGGELAMKAN KE DALAM BUMI, DIRUBAH RAUT WAJAHNYA DAN DILEMPARI BATU
http://ilmuislam2011.wordpress.com/2012/02/15/tanda-tanda-kecil-kiamat-banyaknya-perdagangan-terjadinya-gempa-bumi-banyaknya-orang-ditenggelamkan-ke-dalam-bumi/
Diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, beliau berkata:
يَكُونُ فِي آخِرِ الأُمَّةِ خَسْفٌ وَمَسْخٌ وَقَذْفٌ قَالَتْ: قُلْتُ، يَا رَسُولَ اللهِ! أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ؟ قَالَ: نَعَمْ، إِذَا ظَهَرَ الْخُبْثُ.
“Akan ada pada akhir umatku (orang-orang) yang ditenggelamkan ke dalam bumi, dirubah raut wajahnya dan dilempari (batu).” ‘Aisyah berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah kami akan dibinasakan sementara masih ada orang-orang shalih di tengah-tengah kami?’ Beliau menjawab, ‘Betul, ketika kemaksiatan telah merajalela.’”[1]
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ مَسْخٌ وَخَسْفٌ وَقَذْفٌ.
“Menjelang tibanya hari Kiamat akan ada (orang-orang) yang dirubah bentuknya, ditenggelamkan ke dalam bumi, dan dilempari batu.” [2]
Dan telah datang sebuah berita bahwasanya orang-orang Zindiq dan Qadariyyah pernah dirubah bentuk mereka juga pernah dilempari batu.
Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّهُ سَيَكُونُ فِـي أُمَّتِي مَسْخٌ وَقَذْفٌ، وَهُوَ فِـي الزِّنْدِقِيَّةِ وَالْقَدَرِيَّةِ.
‘Sesungguhnya akan ada pada umatku (orang-orang) yang dirubah bentuknya dan dilempari batu, hal itu terjadi pada orang-orang zindiq dan Qadariyah.’”[3]
Sementara dalam riwayat at-Tirmidzi:
فِـي هَذِهِ اْلأمَّةِ -أَوْ فِـي أُمَّتِي- خَسْفٌ أَوْ مَسْخٌ أَوْ قَذْفٌ فِـي أَهْلِ الْقَدَرِ.
“Akan ada pada umat ini -atau umatku- (orang-orang) yang ditenggelamkan, dirubah atau dilempari (batu), yaitu pada orang-orang yang mengingkari qadar.”[4]
Diriwayatkan dari ‘Abdurrahman bin Shuhar al-‘Abdi dari bapaknya, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّـى يُخْسَفَ بِقَبَائِلَ فَيُقَـالُ مَنْ بَقِيَ مِنْ بَنِـي فُلاَنٍ؟ قَالَ: فَعَرَفْتُ حِينَ قَالَ: قَبَائِلَ أَنَّهَا الْعَرَبُ، ِلأَنَّ الْعَجَمَ تُنْسَبُ إِلَى قُرَاهَا.
‘Tidak akan tiba hari Kiamat hingga kabilah-kabilah ditenggelamkan ke dalam bumi.’ Lalu dikatakan, ‘Siapakah yang tersisa dari Bani Fulan?’ Dia berkata, “Aku mengetahui ketika beliau mengatakan ‘Kabilah-kabilah’ bahwa mereka adalah orang Arab, karena orang ‘ajam (selain Arab) dinisbatkan kepada nama kampungnya.” [5]
Diriwayatkan dari Muhammad bin Ibrahim at-Taimi, beliau berkata, Aku mendengar Buqairah, isteri al-Qa’qaa’ bin Abi Hadrad, berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di atas mimbar:
إِذَا سَمِعْتُمْ بِجَيْشٍ قَدْ خُسِفَ بِهِ قَرِيْبًا فَقَدْ أَظَلَّتِ السَّاعَةُ.
‘Jika kalian mendengar ada satu pasukan ditenggelamkan di tempat yang dekat, maka telah dekatlah hari Kiamat.’”[6]
Adanya orang-orang yang ditenggelamkan ke dalam bumi telah ditemukan di berbagai tempat di timur dan barat [7] sebelum masa kita sekarang ini. Demikian pula pada zaman kita sekarang ini telah banyak terjadi di berbagai belahan bumi, hal ini sebagai peringatan sebelum datangnya siksa yang sangat pedih, dan ancaman dari Allah kepada para hamba-Nya, juga sebagai siksa bagi orang-orang yang selalu melakukan bid’ah dan kemaksiatan, agar manusia mengambil pelajaran darinya, dan kembali kepada Rabb mereka, juga agar mereka tahu bahwasanya Kiamat sudah dekat. Sesungguhnya tidak ada tempat berlindung dari siksa Allah kecuali dengan kembali kepada-Nya.
Telah ada ancaman bagi orang-orang yang selalu melakukan kemaksiatan, dari para pemusik, peminum khamr (minuman keras) dengan ditenggelamkan, dirubah bentuk mereka, dan dilempari batu.
At-Tirmidzi meriwayatkan dari ‘Imran bin Hushain Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فِي هَذِهِ اْلأُمَّةِ خَسْفٌ وَمَسْخٌ وَقَذْفٌ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ: يَا رَسُولَ اللهِ! وَمَتَى ذَاكَ؟ قَالَ: إِذَا ظَهَرَتِ الْقَيَانِ وَالْمَعَازِفُ وَشُرِبَتِ الْخُمُورُ.
“Di akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan dirubah rupanya,” lalu seorang laki-laki dari kalangan kaum muslimin bertanya, “Kapankah hal itu terjadi.” Beliau menjawab, “Ketika para penyanyi dan alat-alat musik telah bermunculan dan telah diminum minuman-minuman keras.” [8]
Dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Malik al-Asy’arه Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَيَشْرَبَنَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِـي الْخَمْرَ يُسَمُّونَهَا بِغَيْـرِ اسْمِهَا، يُعْزَفُ عَلَى رُءُوسِهِمْ بِالْمَعَازِفِ، يَخْسِفُ اللهُ بِهِمُ اْلأَرْضَ وَيَجْعَلُ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ.
‘Sungguh sekelompok manusia dari umatku akan meminum khamr, mereka menamakannya dengan selain namanya, alat musik dimainkan di atas kepala-kepala mereka, Allah menenggelamkan mereka ke dalam bumi dan di antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi.’”[9]
Al-maskh (perubahan bentuk) bisa terjadi secara hakiki atau secara maknawi.
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ungkapan al-maskh di dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَوْا مِنكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ
“Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, ‘Jadilah kamu kera yang hina.’” [Al-Baqarah: 65]
Maknanya adalah al-maskh secara hakiki, bukan hanya secara maknawi. Inilah pendapat yang kuat, dipegang oleh Ibnu ‘Abbas juga yang lainnya dari kalangan imam ahli tafsir.
Sementara Mujahid, Abul ‘Aliyah, dan Qatadah berpendapat bahwa al-maskh di dalam ayat tersebut maknawi, artinya hati-hati mereka yang dirubah, tidak dijadikan kera secara hakiki.[10]
Ibnu Hajar menukil dua pendapat tersebut dari Ibnul ‘Arabi dan beliau berpendapat bahwa pendapat yang pertamalah yang lebih kuat.[11]
Adapun Rasyid Ridha dalam Tafsiirnya [12] memperkuat pendapat kedua, maknanya adalah perubahan bentuk di dalam akhlak mereka.
Ibnu Katsir rahimahullah menganggap mustahil pendapat yang diriwayatkan dari Mujahid, beliau berkata, “Ini adalah pendapat yang aneh, bertentangan dengan zhahir dari redaksi dalam ayat ini juga yang lainnya.” [13]
Kemudian beliau berkata -setelah mengungkapkan pendapat sekelompok ulama-, “Maksud dari penuturan pendapat para ulama ini adalah penjelasan sesuatu yang bertentangan dengan pendapat Mujahid rahimahullah, yaitu bahwa al-maskhu adalah sesuatu yang maknawi bukan hakiki. Pendapat yang benar bahwa ia adalah sesuatu yang maknawi dan hakiki, wallaahu a’lam.” [14]
Seandainya kata al-maskh memiliki kemungkinan secara maknawi, maka kebanyakan orang yang menghalalkan kemaksiatan telah diubah hati-hati mereka. Sehingga, mereka tidak bisa membedakan antara yang halal dan yang haram, tidak juga antara yang ma’ruf dan yang munkar. Perumpamaan mereka dalam hal ini seperti kera dan babi, -hanya kepada Allah kita memohon keselamatan-. Akan terjadi apa-apa yang dikabarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa perubahan raut muka, baik yang maknawi maupun yang hakiki.
[Disalin dari kitab Asyraathus Saa'ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
_______
Footnote
[1]. Sunan at-Tirmidzi, kitab al-Fitan, bab Maa Jaa-a fil Khasaf (VI/418).
Al-Albani berkata, “Shahih.” Lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (VI/358, no. 8012.
[2]. Sunan Ibni Majah, kitab al-Fitan, bab al-Khusuuf (II/1349).
Hadits ini shahih.
Lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (III/13, no. 2853).
[3]. Musnad Ahmad (IX/73-74, no. 6208), tahqiq Ahmad Syakir, beliau berkata, “Isnadnya shahih.”
[4]. At-Tirmidzi, bab-bab al-Qadar (VI/367-368).
Hadits ini shahih, lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (IV/103, no. 4150).
[5]. Musnad Ahmad (IV/483, Muntakhab Kanz).
Al-Haitsami berkata, “Diriwayatkan oleh Ahmad, ath-Thabrani, Abu Ya’la, al-Bazzar, dan pe-rawinya tsiqat.” (Majma’uz Zawaa-id, VIII/9).
[6]. Musnad Ahmad (VI/378-379, dengan catatan pinggir Muntakhab Kanz).
Sanad hadits ini hasan, lihat Shahiih al-Jaami’ish Shagiir (I/228, no. 631), dan Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (III/340, no. 1355).
[7]. Lihat at-Tadzkirah (hal. 654), Fat-hul Baari (XIII/84), al-Isyaa’ah (hal. 49-52), dan ‘Aunul Ma’buud (XI/429).
[8]. Jaami’ at-Tirmidzi, bab-bab al-Fitan (VI/458, no. 458).
Hadits ini shahih, lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (IV/103, no. 4119).
[9]. Sunan Ibni Majah, kitab al-Fitan bab al-‘Uquubaat (II/1333, no. 4020).
Hadits ini shahih, lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (V/105, no. 5330).
[10]. Lihat Tafsiir Ibni Katsir (I/150-153).
[11]. Lihat Fat-hul Baari (X/56).
[12]. Tafsiir al-Manaar (I/343-344).
[13]. Tafsiir Ibni Katsir (I/151).
[14]. Tafsiir Ibni Katsir (I/-153).