Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim (HR Ibnu Majah:244)

Rabu, 23 Januari 2013

.:: Sang Penerang ::.












Karya Hisyam Muhammad 
(santri MA Ibnu Abbas As-Salafy Sragen)

Kulihat wajah yang telah renta itu
Berjalan lirih memasuki gerbang Ma’had
Segera kusambut dengan segenap kehangatan hati
Ia tak ubahnya tamu istimewa bagi diriku
      Ya... seorang yang istimewa di hatiku
      Seorang yang tak asing dalam benakku
      Ayah tercinta...
      Kau datang menjengukku
Kuraih tangannya yang telah kasar
Kuusap dahinya yang telah berkerut
Kudapati, sedikit peluh menutupi keningnya
Hingga kupersilahkan ia tuk istirahat
      Sejenak kuberpikir
      Mungkin ia butuh pembangkit tenaga
      Segera kuambil jatah makan malam untuk dirinya
      Meski hanya sebatas beberapa ikan dan seonggok nasi
      Namun, kuharap ia menerima dengan kelapangan hati
Kutatap lekat wajah itu
Sedih bercampur haru
Ia yang berkorban dengan seluruh waktunya untuk diriku
Walau badai menerpa kuat tubuh yang lunglai
       Ia yang berharap padaku...
       Menjadi orang yang istimewa di hati para insan
       Bermanfaat bagi mereka
Ia yang telah berjuang bersama ibuku
Jiwa dan raga...
Tak peduli, duri telah menancap di kaki
Ataupun, darah telah lama mengering di dahi
        Mereka berdua...
        Ayah dan ibuku tercinta
        Keduanya bagai matahari dan bulan
        Yang selalu menerangi di setiap derap langkahku